Fokus Politik

Berita Politik Indonesia Terkini

30 September 2022

Salah satu kota kuliner yang terkenal di Sumatera Barat adalah Payakumbuh. Daerah yang terletak di bagian timur laut Kota Padang ini memiliki julukan yang berhubungan dengan makanan, misalnya saja Payakumbuh disebut juga sebagai Kota Batiah juga Kota Galamai, dan sekarang ini Payakumbuh juga dipromosikan sebagai Kota Rendang.

Seperti kebanyakan daerah di Minang, Payakumbuh juga memiliki olahan daging yang terkenal. Tak hanya makanan berat, Payakumbuh juga memiliki makanan ringan yang bisa disantap setiap hari atau pada acara adat. Mau tahu makanan khas Payakumbuh? Yuk, simak ulasannya di sini.

1. Galamai

Sumber: republika.co.id

Kalau orang Sunda menyebut makanan khas Payakumbuh ini sebagai dodol, tapi di sini sajian manis ini disebut dengan galamai. Galamai dibuat dari tepung beras ketan, campuran santan, dan gula aren. Semua bahan tersebut kemudian dimasak di dalam kuali besar serta diaduk sekitar 3-4 jam, sampai adonan mengental.

Karena perlu tenaga yang banyak untuk dapat mengaduk adonan galamai, maka umumnya makanan khas Payakumbuh ini dibuat secara gotong-royong. Seperti halnya dodol, galamai juga memiliki tekstur lengket, kental, serta berwarna kecokelatan.

Yang membedakan galamai dengan dodol adalah variannya. Galamai memiliki lebih banyak variasi, seperti durian atau kacang tanah yang telah digoreng. Biasanya masyarakat Payakumbuh membuat galamai di hari-hari spesial, misalnya pernikahan, acara-acara adat, hari raya, dan lain-lain.

Untuk wisatawan yang ingin menikmati galamai, mereka bisa mendatangi beberapa pusat oleh-oleh. Di sana galamai biasa dijual dengan harga sekitar Rp 100.000/kg.

2. Batiah

BatiahSumber: commons.wikimedia.org

Kota Payakumbuh juga dikenal dengan julukan sebagai Kota Batiah. Julukan itu disandang Payakumbuh karena batiah asalnya dari kota tersebut.

Batiah mirip degan kerupuk rengginang. Yang membedakan batiah dengan rengginang adalah pada bahan pembuatannya. Jika rengginang dibuat dari beras biasa, Batiah harus dibuat menggunakan beras ketan putih.

Cara membuat batiah adalah dimulai dengan menanak beras ketan sampai matang, kemudian nasi tersebut diambil dalam porsi yang kecil lalu dibentuk bulat pipih.

Sesudah dibentuk, batiah dijemur di bawah sinar matahari. Apabila sudah kering, barulah batiah bisa digoreng. Batiah harus digoreng dalam minyak yang banyak sehingga matangnya akan lebih merata.

Sekarang rasa batiah bermacam-macam, tak hanya gurih, ada juga yang manis. Kalau ingin menikmati batiah dengan rasa yang lebih nikmat, cukup tambahkan lelehan karamel di atas batiah.

Makanan khas Payakumbuh ini cocok sekali bila dijadikan sebagai camilan ketika kumpul keluarga ataupun jamuan tamu. Batiah bisa dibeli di lapak-lapak suvenir dengan harga sekitar Rp 10.000/kemasan dengan isi 18-20 biji.

3. Rendang Talua

Rendang TaluaSumber: padangkita.com

Payakumbuh juga dikenal sebagai kota rendang. Kelezatan rendang dari daerah ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Tak hanya daging, di kota ini terdapat beragam jenis olahan rendang yang terkenal.

Salah satu jenis rendang yang paling terkenal yaitu rendang talua atau dalam bahasa Indonesia disebut rendang telur. Selain jadi makanan khas dari Payakumbuh randang talua juga jadi ikon kuliner kota ini.

Rendang ini dibuat dari bahan dasar berupa telur yang memberikan rasa gurih renyah dan akan membuat kamu ketagihan. Jika ingin mencicipi randang talua, kamu bisa berkunjung ke toko oleh-oleh khas Payakumbuh.

Untuk randang taluah ukuran 200gr, harganya sekitar Rp 15.000 dan untuk ukuran satu kilogram, dijual sekitar Rp 75.000.

4. Pangek Cubadak

Pangek CubadakSumber: merahputih.com

Makanan khas Payakumbuh ini merupakan sejenis gulai dengan diberi kuah santan kering. Adapun arti pangek adalah gulai yang dimasak kering. Nama kuliner pangek cubadak adalah makanan yang berupa olahan nangka. Makan ini tak hanya terkenal di Payakumbuh tapi juga di daerah lain di Sumatera Barat.

Di kota Payakumbuh, pangek cubadak yang sangat terkenal asalnya dari Situjuah. Pangek cubadaknya mempunyai tekstur nangka yang lembut serta tambahan bumbu yang meresap ke dalamnya dan diberi tambahan kuah yang sangat gurih.

Pangek cubadak mempunyai cara pengolahan yang berbeda dibandingkan dengan kebanyakan gulai. Ketika proses mematangkan makanan, nangka, bumbu, serta santan tidak diaduk.

Pangek dibiarkan agar bumbunya meresap dan kuahnya menjadi kering. Tulang daun pisang di simpan di bagian bawah panci untuk jadi alas supaya pangek tidak gosong.

Ketika proses mamasak pangek cubadak, panci tidak bolah dibuka-buka sampai waktu pangek cubadak diperkirakan matang. Pangek cubadak bisa dibeli di warung di Situjuah seharga kurang lebih Rp 15.000,00.

5. Gulai Paluik

Gulai PaluikSumber: liputan6.com

Gulai paluik adalah Makanan Khas Payakumbuh yang rasanya lezat dan lebih enak jika dibanding dengan gulai lainnya. Bahan utama gulai paluik adalah sayuran maka gulai ini disebut juga gulai sayur. Bahan-bahan lain yang menjadi tambahan adalah telur, kelapa, tepung, serta jengkol.

Rasa gulai ini sangat unik dan terkenal sebagai gulai yang enak. Bahannya yaitu jengkol digiling kemudian dililit dengan menggunakan sayuran daun kacang dan ditambahkan kuah gulai yang penuh dengan rempah-rempah.

Saat bulan puasa, gulai paluik selalu jadi buruan masyarakat untuk disantap sebagai menu utama berbuka puasa. Gulai ini harganya cukup murah, sekitar Rp 10.000/porsi.


———————————-

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website keluyuran.com. Situs ini adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita).”